Mengenal 6 Rukun Iman dalam Islam, Makna, dan Manfaatnya
Dalam menganut agama Islam, penting bagi setiap Muslim untuk meyakini pedoman-pedoman yang disampaikan Allah melalui kitab suci Al-Qur’an, termasuk mengimani rukun iman.
Rukun iman sendiri merupakan pedoman hidup yang menjadi dasar kepercayaan umat Islam sebagai hamba Allah.
Rukun iman terdiri dari enam prinsip yang wajib diyakini dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya mengimani diturunkannya kitab-kitab Allah, seperti Al-Qur’an.
Untuk mengenal rukun iman dalam ajaran Islam selengkapnya, Sahabat bisa menyimak pembahasan di bawah ini.
Apa itu Rukun Iman?
Pada dasarnya, rukun iman terdiri dari dua kata, yaitu rukun dan iman. Masing-masing kata tersebut memiliki artinya tersendiri.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rukun memiliki arti asas, dasar, atau sendi. Sementara itu, iman menurut KBBI adalah kepercayaan, keyakinan, dan ketetapan hati.
Dalam konteks ajaran Islam, rukun iman adalah kepercayaan atau keyakinan yang menjadi dasar atau pedoman hidup umat Muslim.
Iman sendiri bisa dijelaskan sebagai keyakinan dalam hati, perkataan di lisan, serta amal dengan anggota badan.
Mengenal 6 Rukun Iman beserta Penjelasan Maknanya
Rukun iman dalam ajaran Islam terdiri dari 6 prinsip yang dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 36. Firman Allah tersebut berbunyi:
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ ۞ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, dan hari akhir, sungguh dia telah tersesat sangat jauh.”
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing rukun iman dalam Islam:
1. Iman kepada Allah SWT
Iman kepada Allah SWT merupakan rukun iman yang pertama dan paling utama dalam ajaran Islam.
Untuk mengimani rukun ini, umat Muslim harus memahami bahwa tiada tuhan selain Allah. Menurut Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri, iman kepada Allah SWT bisa terwujud dalam empat perkara, yaitu:
- Iman terhadap wujud atau keberadaan Allah SWT.
- Meyakini bahwa Allah merupakan tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
- Beriman dengan Uluhiyyah Allah SWT (yakin bahwa Allah SWT adalah satu-satunya yang berhak disembah).
- Beriman dengan Asma’ (nama-nama) serta sifat-sifat Allah SWT.
Baca juga: Rukun Jual Beli dalam Islam, Dasar Hukum, dan Syaratnya
2. Iman kepada Malaikat
Rukun iman selanjutnya adalah iman kepada malaikat. Prinsip ini memiliki makna bahwa seluruh umat Muslim wajib meyakini Allah SWT telah menciptakan para malaikat dengan ciri-ciri berikut ini:
- Bukan laki-laki maupun perempuan.
- Tidak tidur.
- Tidak makan dan minum.
- Tidak memiliki nafsu.
- Tidak menikah.
- Merupakan makhluk yang mulia.
3. Iman kepada Kitab Suci Al-Qur’an
Kini, umat Muslim menggunakan kitab Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup yang paling sempurna.
Di samping itu, sebelum hadirnya Al-Qur’an, Allah juga telah menurunkan kitab-kitab lainnya, seperti Taurat kepada Nabi Musa, kitab Zabur kepada Nabi Daud, serta kitab Injil kepada Nabi Isa.
Semua kitab tersebut berisi ajaran-ajaran Allah, yang kemudian disempurnakan dalam kitab suci terakhir, yakni Al-Quran.
Karena itu, Allah SWT memerintahkan seluruh hamba-Nya untuk memercayai keberadaan kitab-kitab tersebut.
4. Iman kepada Rasul
Rukun iman yang keempat adalah percaya bahwa Allah SWT juga mengutus manusia-manusia pilihan sebagai rasul untuk membawa ajaran-Nya.
Dengan begitu, umat manusia bisa selamat dari kesesatan serta kembali menuju jalan yang benar.
Walaupun sesama manusia, rasul Allah memiliki insani kamil atau kesempurnaan sehingga akan terjaga dari perbuatan dosa.
5. Iman kepada Hari Akhir
Hari akhir merupakan hari dihancurkannya dunia beserta seisinya. Pada hari ini, seluruh umat manusia akan diminta pertanggungjawabannya atas hal-hal yang telah mereka perbuat di semasa hidup.
Muslim diwajibkan untuk mengimani adanya hari akhir ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 4:
وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ
Artinya
: “…dan mereka yang beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat.”
6. Iman kepada Qada dan Qadar
Rukun iman yang terakhir adalah percaya dengan qada dan qadar. Qada merupakan ketentuan Allah yang telah dituliskan dalam Lauh Mahfudz sebelum manusia diciptakan.
Sementara itu, qadar adalah perwujudan Allah atas qada yang telah ditulis agar menjadi kenyataan.
Dengan mengimani adanya qada dan qadar, umat Muslim jadi lebih yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini telah diatur oleh Allah SWT.
Hal ini juga telah tercantum dalam surat Al-Qamar ayat 49 yang berbunyi:
اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
Artinya: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.”
Baca juga: Tadarus: Hukum, Tata Cara, & Manfaatnya Bagi Umat Islam
Manfaat Meyakini Rukun Iman
Setiap rukun iman tentu dapat memberikan berbagai manfaat bagi manusia selaku makhluk ciptaan Allah SWT. Beberapa manfaat tersebut, di antaranya:
- Iman kepada Allah:
- Selalu disiplin beribadah dan berbuat baik karena percaya Allah maha melihat.
- Merasa tenteram dan tenang karena percaya Allah selalu bersama hamba-Nya yang bertakwa.
- Iman kepada malaikat:
- Mendorong keinginan untuk selalu berbuat kebaikan karena yakin selalu ada malaikat di sekitarnya yang akan mencatat seluruh amal perbuatan mereka.
- Iman kepada kitab-kitab Allah:
- Meningkatkan ketakwaan dan keteguhan hati terhadap ajaran Islam karena memahami isi kitab Allah, terutama Al-Qur’an.
- Mendekatkan hubungan diri sendiri dengan Allah SWT.
- Iman kepada rasul Allah:
- Menjadikan rasul Allah sebagai suri teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
- Iman kepada hari akhir:
- Terdorong untuk selalu melakukan perbuatan baik dan rajin beribadah karena percaya semua perbuatan akan mendapatkan balasan yang setimpal di hari akhir kelak.
- Iman kepada qada dan qadar:
- Lebih tersadar tentang pentingnya berusaha dalam menjalani kehidupan.
- Selalu bersyukur dengan hal-hal baik yang terjadi dan bersabar ketika sedang tertimpa keburukan.
Demikian pembahasan terkait dengan makna rukun iman dalam Islam yang penting untuk diyakini oleh setiap umat Muslim.
Dengan memercayai prinsip ini, kamu tentu bisa menjalani kehidupan dengan nyaman, damai, dan tenteram secara rohani sebagai makhluk ciptaan Allah.
Di samping itu, jangan lupa juga untuk memperhatikan aspek-aspek lain dalam kehidupan agar kamu bisa beribadah dan meyakini ajaran agama dengan maksimal.
Salah satunya, penting bagi kamu untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dengan memastikan kondisi finansialmu tetap aman di kondisi ekonomi yang tak menentu ini.
Namun, kamu tak perlu khawatir, karena layanan Tabungan Emas dari Pegadaian hadir untuk membantumu.
Dengan layanan ini, kamu bisa menabung mulai dari Rp10 ribuan saja dan menambah saldo secara rutin untuk memaksimalkan nilai investasi emas 24 karat dari waktu ke waktu.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba Simulasi Tabungan Emas untuk mengetahui perkiraan gram emas yang akan didapatkan.
Tertarik mendapatkan keuntungan dari Tabungan Emas? Yuk, buka Tabungan Emas sekarang melalui aplikasi Pegadaian Digital atau kunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat!
Baca juga: Hukum Puasa di Ramadhan: Syarat, Kewajiban, dan Keringanan