Apa itu Resume? Ini Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya
Resume adalah dokumen yang paling sering diminta oleh perusahaan kepada calon kandidat pegawainya pada tahap awal proses melamar kerja.
Dokumen ini bisa membantu memberikan gambaran terkait dengan pengalaman kerja seseorang di dunia profesional.
Beberapa pencari kerja biasanya menganggap resume adalah dokumen yang sama dengan CV (curriculum vitae). Sebetulnya, hal ini tidak sepenuhnya salah.
Namun, dalam kondisi tertentu, resume dan CV mungkin akan menjadi dua dokumen berbeda yang dibutuhkan dalam proses rekrutmen.
Mari simak penjelasan lengkap terkait dengan resume, termasuk perbedaannya dengan CV dalam artikel berikut ini.
Apa itu Resume?
Resume adalah dokumen formal yang memuat informasi terkait dengan latar belakang, keterampilan, serta pengalaman profesional seseorang untuk memenuhi persyaratan rekrutmen.
Dokumen ini dibutuhkan oleh tim rekrutmen suatu perusahaan untuk mengetahui kualifikasi seorang pelamar kerja.
Perbedaan Resume dan CV
Sebetulnya, pelamar kerja di Indonesia lebih sering menggabungkan fungsi CV dan resume di dalam satu dokumen saja.
Dengan demikian, satu dokumen ini akan memuat seluruh informasi yang dibutuhkan, seperti riwayat pekerjaan, riwayat pendidikan, hingga keterampilan yang dimiliki.
Namun, di negara tertentu, terutama Amerika Serikat, pelamar kerja dan perusahaannya sering kali membedakan resume dan CV dalam dua dokumen yang terpisah.
Jika dokumen tersebut dipisah, maka perbedaan resume dan CV bisa dilihat dari isinya.
Resume umumnya berbentuk paragraf yang lebih sistematis dan hanya memuat informasi paling relevan dengan posisi yang dilamar. Karena itu, resume biasanya tidak lebih dari dua halaman.
Sementara itu, CV memuat informasi yang lebih mendetail. Kamu bisa memasukkan seluruh riwayat pekerjaan dan keterampilan yang dimiliki sehingga dokumen ini bisa mencapai lebih dari dua halaman.
Baca juga: 5 Cara Kerja Freelancer Untuk pemula, Simak!
Fungsi Resume
Fungsi utama resume adalah untuk membantu pencari kerja memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasinya.
Dengan dokumen ini, kamu bisa memperkenalkan diri kepada tim rekrutmen (disebut rekruter), mempresentasikan kualifikasi secara tertulis, serta memperoleh kesempatan untuk lanjut ke tahap wawancara kerja.
Karena itulah, sangat penting menulis resume semenarik mungkin agar bisa dilirik oleh rekruter untuk melanjutkan proses melamar kerja.
Jenis Resume
Berdasarkan kebutuhan dan tujuan profesionalnya, resume terdiri dari beberapa jenis, mulai dari resume kronologis, fungsional, hingga kombinasi.
Berikut adalah masing-masing penjelasannya:
1. Resume Kronologis
Resume kronologis merupakan jenis resume yang paling sering digunakan dalam proses rekrutmen karena lebih disukai oleh rekruter serta manajer HR.
Format ini umumnya menampilkan pengalaman kerja terbaru terlebih dahulu, lalu diikuti dengan pencapaian yang paling menonjol.
Setelah itu, baru dilanjutkan dengan riwayat pekerjaan secara berurutan sampai akhir.
2. Resume Fungsional
Resume fungsional adalah jenis resume yang lebih menekankan keterampilan daripada riwayat pekerjaan. Untuk itu, kamu bisa menyisipkan sertifikat pelatihan atau dokumen sejenis sebagai buktinya.
Dokumen ini cocok digunakan oleh pelamar kerja fresh graduate (baru lulus) yang sedang berpindah karier dari bidang sebelumnya.
3. Resume Kombinasi
Terakhir, resume kombinasi merupakan dokumen yang menggabungkan resume kronologis serta fungsional, dengan menggunakan format yang fleksibel serta efektif.
Resume ini akan merangkum ringkasan keterampilan serta pengalaman kerja yang relevan secara berurutan.
Dengan begitu, kualifikasi pelamar kerja akan lebih tersorot. Struktur dokumen ini juga terlihat lebih jelas dan efisien, sehingga tim rekruter akan lebih mudah memahami kualifikasi pelamar kerja secara mendetail.
Baca juga: 7 Cara Kerja di Luar Negeri Beserta Syarat dan Tips Aman
Cara Menyusun Resume
Untuk membuat resume, kamu tidak bisa melakukannya sembarangan. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan supaya menghasilkan dokumen ringkasan hidup yang informatif, padat, namun tetap menarik di mata rekruter.
Adapun langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam membuat resume adalah sebagai berikut:
1. Buat Semenarik Mungkin Namun Tetap Singkat
Pertama-tama, pastikan kamu membuat resume dengan memasukkan ringkasan pengalaman kerja dan keterampilan yang singkat, namun tetap menarik.
Tipsnya, kamu bisa menulis pengalaman kerja yang relevan saja dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Jangan lupa juga untuk menulis deskripsi diri dan informasi kontak di dalam resume.
2. Gunakan Bahasa Profesional
Langkah berikutnya, gunakanlah bahasa yang sopan dan profesional dalam menyusun resume. Hindari menggunakan bahasa slang atau tidak baku, karena bisa memberikan kesan bahwa kamu adalah kandidat yang belum siap bekerja di mata tim rekrutmen.
3. Masukkan Kualifikasi Diri yang Sejujurnya
Ketika membuat resume, pastikan juga kamu telah mencantumkan informasi sejujur-jujurnya, terutama mengenai deskripsi pekerjaan dan pencapaian.
Sebab, tim rekrutmen bisa menilai apakah calon kandidatnya berbohong dalam menuliskan informasi di dalam resume. Apabila ketahuan, lamaranmu tidak akan diproses.
4. Buat Resume Serelevan Mungkin dengan Posisi yang Dilamar
Tips yang terakhir, kamu disarankan untuk membuat resume yang sudah disesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang dilamar.
Contohnya, apabila kamu melamar kerja di posisi digital marketing, artinya kamu tidak perlu mencantumkan keterampilan di bidang akuntansi.
Alih-alih demikian, cobalah untuk menulis keterampilan terkait dengan digital marketing, seperti kemampuan mengelola media sosial, analisis data pemasaran, dan sebagainya.
Dengan begitu, tim rekrutmen jadi merasa lebih yakin bahwa kamu adalah kandidat yang tepat untuk posisi tersebut.
Seperti itulah penjelasan mengenai dokumen resume untuk melamar kerja, mulai dari fungsi hingga cara membuatnya yang bisa kamu coba lakukan.
Setelah berusaha membuat resume yang menarik untuk meningkatkan peluang lolos kerja, kamu hanya perlu berdoa sambil menunggu hasil pengumumannya.
Jangan salahkan diri sendiri ketika pengumumannya ternyata tidak sesuai harapan.
Ingat, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Yang terpenting, jangan langsung menyerah dalam mencari peluang terbaik untuk masa depanmu.
Untuk mengisi waktu luang sembari menunggu panggilan kerja, kamu juga bisa memanfaatkan potensi lain dalam mencari penghasilan dengan mendirikan bisnis sendiri.
Belum punya modal untuk membuka bisnis sendiri? Tenang, dengan Gadai Tabungan Emas dari Pegadaian, kamu bisa mendapatkan modal usaha secara cepat dan praktis.
Gadai Tabungan Emas sendiri merupakan layanan dari Pegadaian yang memungkinkan sahabat untuk mendapatkan dana pinjaman dengan praktis menggunakan jaminan berupa saldo Tabungan Emas.
Biayanya yang ringan tidak memberatkan pembayaran cicilan. Jangka waktu pinjamannya pun bisa diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.
Adapun besaran nilai pinjamannya bisa diketahui dengan fitur Simulasi Gadai Tabungan Emas yang dapat digunakan dengan mudah.
Jadi, tidak perlu khawatir lagi ketika butuh dana cepat. Yuk, Gadai Tabungan Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital atau di kantor cabang Pegadaian terdekat!
Baca juga: Apa itu Paklaring? Ini Pentingnya bagi Kesejahteraan Pekerja