Revolusi Industri: Pengertian, Ciri-Ciri, Sejarah, & Dampak
Revolusi industri adalah salah satu proses ekonomi yang berkaitan dengan perkembangan manufaktur mesin dan infrastrukturnya.
Secara garis besar, revolusi industri memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara, salah satunya adalah memicu terjadinya ekonomi digital.
Sebab, hal ini dapat membantu menunjukan berbagai aktivitas perdagangan hingga pendapatan negara di dalam pasar global.
Untuk mengetahuinya lebih jauh, mari simak pembahasan tentang revolusi industri, mulai dari pengertian, sejarah, hingga dampaknya di bawah ini.
Apa Itu Revolusi Industri?
Secara singkat, revolusi industri adalah sebuah perubahan proses ekonomi hingga lebih berlandaskan proses skala besar dengan perkembangan manufaktur mesin sebagai penunjangnya.
Contohnya, kegiatan pertanian yang dulu masih menggunakan bantuan kerbau sebagai hewan bajak, dengan perkembangan zaman, prosesnya telah digantikan oleh traktor.
Mesin-mesin tersebut membuat proses pertanian menjadi lebih cepat dan efisien sehingga meningkatkan skala produksi yang dapat dicapai.
Ciri-Ciri Revolusi Industri
Terdapat beberapa ciri atau karakteristik yang menunjukkan terjadinya sebuah revolusi industri, di antaranya sebagai berikut:
- Banyak eksplorasi penggunaan bahan baku baru, seperti besi dan baja dalam optimalisasi proses industri pada awal mula revolusi industri.
- Mulai berfokus pada pemanfaatan sumber energi baru, seperti bahan bakar. Pada awal mula terjadinya revolusi industri, manusia memanfaatkan batu bara, minyak bumi, hingga listrik sebagai sumber energi, alih-alih tenaga manusia itu sendiri.
- Penemuan mesin-mesin baru yang meningkatkan efisiensi proses industri. Penemuan mesin-mesin ini umumnya bertujuan untuk penghematan waktu dan tenaga yang dikeluarkan oleh manusia, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah barang yang dihasilkan dalam satu siklus produksi.
- Terbentuknya sebuah organisasi kerja baru, seperti dikenalnya sistem kerja pabrik. Pembentukan sistem kerja pabrik bertujuan untuk menghasilkan pembagian kerja yang lebih efektif dan sesuai dengan spesialisasi fungsi.
- Perkembangan dalam moda transportasi dan teknologi komunikasi, seperti kemunculan mesin uap yang menjadi awal mula hadirnya lokomotif uap dan kapal uap.
- Ilmu pengetahuan serta teknologi yang semakin mudah diakses oleh sebagian besar masyarakat umum.
Baca juga: 20+ Contoh Prinsip Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-hari
Sejarah Revolusi Industri
Kini, zaman telah memasuki fase revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan teknologi informatika sebagai peran utamanya.
Tentunya, untuk mencapai fase ini, manusia telah melewati berbagai macam perkembangan revolusi industri.
Nah, kira-kira apa yang terjadi pada revolusi industri sebelumnya? Sahabat bisa menyimak penjelasan berikut ini:
1. Revolusi industri 1.0
Revolusi industri pertama kali terjadi di sekitar tahun 1760-an. Pada saat itu, semua kegiatan produksi masih dilakukan secara manual dan mengandalkan tenaga alam ataupun hewan.
Penemuan mesin tenaga uap oleh James Watt diketahui menjadi awal mula perubahan hal ini. Sejak kemunculannya, mesin uap langsung menjadi mesin yang digunakan dalam berbagai hal terutama sebagai alat transportasi saat itu, salah satunya adalah kapal uap.
Kemunculan kapal uap ini kemudian memicu proses eksplorasi dunia dalam menemukan sumber daya baru.
2. Revolusi industri 2.0
Pada awal abad ke-20, Nikola Tesla berhasil menemukan listrik yang diikuti dengan penemuan bola pijar oleh Thomas Alva Edison.
Dampak dari kedua penemuan tersebut, mesin-mesin yang sebelumnya menggunakan tenaga uap sebagai sumber tenaganya, mulai beralih menggunakan tenaga arus listrik.
Pada fase ini, penemuan mesin-mesin lainnya, seperti conveyor belt menjadi penyebab perubahan proses produksi yang lebih efisien dan melahirkan istilah mass production.
3. Revolusi Industri 3.0
Revolusi industri 3.0 terjadi pada akhir abad ke-20 dengan munculnya internet dan teknologi digital. Penemuan tersebut membuat jarak terasa semakin dekat dan ruang semakin luas.
Pada era ini, Alan Turing berhasil menemukan komputer yang menjadi awal mula pengembangan proses pengolahan data yang melahirkan peralatan elektronik yang lebih canggih pada fase selanjutnya.
Baca juga: Peluang dan Ide Bisnis Grosir Serta Cara Dapatkan Modalnya
4. Revolusi Industri 4.0
Revolusi industri 4.0 dimulai pada awal tahun 2000-an seiring dengan bertambahnya kecepatan koneksi internet. Hal ini menyebabkan penyebaran informasi, akses, dan kebutuhan terhadap data menjadi semakin masif.
Hal tersebut menciptakan terobosan baru dalam dunia industri yang memanfaatkan data, seperti sistem cloud computing, big data, serta artificial intelligence (AI).
Walaupun perkembangan ini sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap berkurangnya lapangan pekerjaan untuk manusia, pada kenyataannya, pemanfaatan teknologi tersebut mampu menciptakan jenis lapangan pekerjaan baru.
Beberapa lapangan pekerjaan yang baru muncul, di antaranya big data analytics, cyber security, data science, dan masih banyak lagi.
Dampak Revolusi Industri
Tentu saja, revolusi industri ini akan berdampak terhadap kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pada saat ini, revolusi industri 4.0 memang telah menunjukkan dampak yang cukup signifikan dalam kehidupan manusia, terutama karena adanya proses digitalisasi dalam berbagai bidang.
Hal tersebut tentu saja memengaruhi berbagai bidang, baik dalam sektor ekonomi, lingkungan, politik, maupun sosial.
Berikut adalah beberapa dampak revolusi industri pada bidang-bidang tersebut:
1. Dampak dalam Bidang Ekonomi
Revolusi industri berhasil meningkatkan efisiensi dalam proses pembuatan barang. Hal ini memicu munculnya berbagai perusahaan-perusahaan besar dan berbagai macam lapangan kerja baru.
Hal tersebut juga membuat terbentuknya kota atau kawasan industri yang dapat membantu mendongkrak perekonomian suatu negara.
2. Dampak dalam Bidang Lingkungan
Dampak revolusi industri terhadap lingkungan biasanya memang cenderung memberi dampak negatif. Contoh dampak yang muncul adalah pencemaran lingkungan, baik itu pencemaran air, udara, maupun tanah.
3. Dampak dalam Bidang Politik
Selain dalam bidang ilmu pengetahuan serta teknologi, revolusi industri juga turut memengaruhi bidang politik.
Revolusi ini diketahui berkaitan dengan munculnya berbagai macam paham baru dalam dunia politik, seperti imperialisme modern, demokrasi, ataupun nasionalisme.
4. Dampak dalam Bidang Sosial
Revolusi industri umumnya lebih banyak memberi dampak pada daerah perkotaan. Hal ini menimbulkan adanya ketimpangan sosial antara daerah perkotaan dengan daerah lainnya seperti di pedesaan.
Dampak dari hal tersebut menciptakan kondisi ketika banyak orang memilih pergi ke kota besar untuk mengadu nasib dan mencari pekerjaan yang lebih baik.
Ketersediaan lapangan pekerjaan tentu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan saat ini.
Seiring dengan banyaknya pendatang di wilayah perkotaan, dan ditambah adanya peralihan industri dari tenaga manusia ke tenaga mesin ataupun teknologi canggih, persaingan lapangan kerja tentu menjadi lebih tinggi daripada sebelumnya.
Membuka usaha sendiri bisa menjadi salah satu solusi bagi sahabat yang ingin tetap memiliki penghasilan di tengah sulitnya mencari pekerjaan.
Jika sahabat berencana untuk mengembangkan usaha agar dapat mengoptimalkan pendapatan, Pinjaman Usaha dari Pegadaian bisa menjadi pilihan efektif.
Pinjaman untuk keperluan produktif ini bisa didapatkan dengan melengkapi persyaratan yang ditentukan dan menyerahkan jaminan berupa BPKB kendaraan.
Proses pengajuannya yang mudah dengan tingkat cicilan tetap per bulannya tentu dapat membuat sahabat lebih tenang selama membuka usaha.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera ajukan Pinjaman Usaha di kantor cabang Pegadaian terdekat yang mudah dan praktis!
Baca juga: Inilah Cara Mencairkan Tabungan Emas Pegadaian yang Tepat